(No title)

Manajemen Balai Penelitian Getas mengucapkan selamat menunaikan Ibadah di Bulan Ramadhan 1439 H, salah satunya menjalankan kewajiban ibadah puasa. Semoga lapar dan dahaga selama berpuasa di bulan Ramadhan tidak menyurutkan semangat kita di dalam menjalankan aktivitas kita sehari-hari.

Pada bulan Juni 2018 ini, tim peneliti Balit Getas akan menyampaikan beberapa hal penting seputar bisnis perkebunan karet. Tim peneliti Proteksi masih menyampaikan seputar penyakit gugur daun (PGD). Sebelumnya menyampaikan PGD Fussicoccum dan Phytoptora, selanjutnya dalam release kali ini akan menyampaikan duet PGD (Oidium dan Colletotrichum) yang dapat meruntuhkan ketahanan karet. Tim peneliti Sosial Ekonomi menyampaikan informasi tentang perkembangan konsumsi karet alam dunia. Tim peneliti Tanah dan Pemupukan menyampaikan informasi tentang cekaman air berupa kegenangan pada tanaman karet (Bagian 2), setelah di edisi sebelumnya menyampaikan cekaman air akibat kekeringan (Bagian 1). Tim Penyadapan menyampaikan hot issue: produktivitas vs efisiensi. Tim peneliti Agronomi dan Pemuliaan menyampaikan informasi tentang perakitan mesin pengisi media tanam ke dalam pot root trainer. Lima topik tersebut akan mewarnai release kita bulan Juni ini.

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

Pelatihan Budidaya Tanaman Karet

Balai Penelitian Getas merupakan unit kerja dari Pusat Penelitian Karet Indonesia yang memiliki pengalaman panjang dalam melakukan kegiatan pelatihan budidaya tanaman karet di Indonesia. Tenaga-tenaga narasumber dari kegiatan pelatihan di Balai Penelitian Getas adalah para peneliti yang memiliki kompetensi dalam beberapa bidang penelitian tanaman karet.

Agenda Pelatihan

 

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

PENUNDAAN BUKA SADAP PADA SAAT HARGA KARET RENDAH

Menurunnya harga karet sejak tahun 2011 lalu mengakibatkan usaha tani karet kembali mengalami tekanan. Untuk menjaga eksistensi perkebunan karet maka salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan produksi. Peningkatan produksi dapat dicapai melalui pengoptimalan lilit batang dengan cara melakukan penundaan buka sadap. Kriteria matang sadap tanaman karet yang digunakan di Indonesia selama ini yaitu apabila ukuran lilit batang sudah mencapai 45 cm (akhir TBM V). Sementara di negara lain, lilit batang minimal 50 cm (akhir TBM 6). Perbedaan tersebut diduga turut menyebabkan kesenjangan produktivitas karet Indonesia dengan negara lain. Untuk itu, dilakukan penelitian agar dapat diketahui secara jelas dampak dari penundaan buka sadap. Penelitian telah dilaksanakan selama dua tahun di afdeling Galardowo, Kebun Getas, PTPN IX.

Read the rest of this entry »

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

Older posts «