Inovasi Teknologi Bibit Karet Siap Komersil Root Trainer Alternatif Penyedia Bibit Karet Unggul

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

Pelatihan Budidaya Tanaman Karet

Balai Penelitian Getas merupakan unit kerja dari Pusat Penelitian Karet Indonesia yang memiliki pengalaman panjang dalam melakukan kegiatan pelatihan budidaya tanaman karet di Indonesia. Tenaga-tenaga narasumber dari kegiatan pelatihan di Balai Penelitian Getas adalah para peneliti yang memiliki kompetensi dalam beberapa bidang penelitian tanaman karet.

Agenda Pelatihan

 

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

Serupa Tapi Tak Sama

Keduanya dapat menyebabkan terjadinya gugur daun muda pada tanaman karet, dengan gejala yang mirip di antara keduanya, tetapi penyebabnya tidak sama. Daun yang rentan adalah daun-daun muda yang masih berwarna merah tembaga. Pada daun yang terserang awalnya menunjukkan adanya titik-titik kehitaman, kadang-kadang diikuti dengan gejala busuk pada pucuk daun atau daun berkerut tidak normal dan menggulung. Daun yang terserang berat akhirnya layu dan gugur.

Sepintas gejala tersebut akan mengarahkan kita pada gugur daun yang disebabkan oleh penyakit gugur daun karet (PGD), dalam hal ini PGD Colletotrichum, Oidium, maupun lainnya. Namun pada beberapa kasus, penyebab gugur daun tersebut bukan patogen dari golongan jamur. Penyebab gugur daun tersebut adalah hama tungau (Acarina), yang merusak tanaman dengan cara mengisap cairan dalam jaringan daun. Pada saat populasi tungau relatif tinggi, daun-daun muda yang terserang akan menunjukkan gejala seperti gangguan penyakit gugur daun di atas.

Hama tungau memiliki ukuran yang sangat kecil, yaitu 0,25-0,5 mm, dengan mata telanjang hanya tampak seperti titik-titik merah kekuningan yang bergerak di permukaan bawah daun. Hama tersebut akan tampak lebih jelas dengan bantuan kaca pembesar. Tungau yang umum ditemukan pada tanaman karet yaitu Polyphagotarsonemus latus (Banks) yang berwarna hijau kekuningan transparan dengan kaki depan kokoh, dan Tetranychus urticae (Koch) yang berwarna merah tua dengan bagian lateral berwarna gelap. Tungau memiliki siklus hidup yang pendek, yaitu 4-10 hari, sehingga perkembangannya menjadi sangat cepat pada saat kondisi lingkungan sesuai.

Deteksi dan identifikasi yang tepat terhadap gejala gugur daun muda sangat menentukan keberhasilan pengendaliannya. Penyakit gugur daun maupun hama tungau yang menjadi penyebabnya tidak hanya berasal dari golongan yang berbeda, bahkan keduanya berasal dari dunia yang berbeda. Masing-masing memerlukan cara penanganan atau pengendalian yang berbeda [BS/06].

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

Older posts «