APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI PERKEBUNAN KARET

Sistem perkebunan berkelanjutan akan terwujud hanya apabila lahan digunakan untuk sistem perkebunan yang tepat dengan cara pengelolaan lahan yang sesuai. Apabila lahan tidak di gunakan dengan tepat, produktivitas akan cepat menurun dan ekosistem menjadi terancam kerusakan. Penanganan manajemen lahan di perkebunan karet umumnya dilakukan secara sepotong-sepotong, tidak menyeluruh atau secara spasial sehingga pada akhirnya hasil yang didapatkan tidak maksimal dan tidak berkelanjutan. Luas lahan yang lebih dari 1000 ha dengan topografi umumnya adalah berombak sampai dengan berbukit memerlukan teknologi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mengintegrasikan masalah dengan cakupan wilayah tersebut. Permasalahan utama jika diurutkan dari yang terberat sampai dengan teringan secara umum adalah pengelolaan produksi karet, pengelolaan penyakit, pengelolaan hara (pemeliharaan tanaman). Penginderaan jauh merupakan suatu cara untuk mendapatkan secara cepat sehingga permasalahan yang terkait dengan cara tersebut dapat diatasi dengan cepat dibandingkan dengan cara konvensional.

Read the rest of this entry »

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

Pelatihan Budidaya Tanaman Karet

Balai Penelitian Getas merupakan unit kerja dari Pusat Penelitian Karet Indonesia yang memiliki pengalaman panjang dalam melakukan kegiatan pelatihan budidaya tanaman karet di Indonesia. Tenaga-tenaga narasumber dari kegiatan pelatihan di Balai Penelitian Getas adalah para peneliti yang memiliki kompetensi dalam beberapa bidang penelitian tanaman karet.

Agenda Pelatihan

 

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

PENTINGNYA STUDI KELAYAKAN INVESTASI KEBUN SEBELUM BERKEBUN KARET

Usaha kebun karet merupakan bisnis jangka panjang dengan umur ekonomis hingga 30 tahun. Hal tersebut yang mendasari perlunya perencanaan yang matang sebelum berinvestasi, yaitu dengan melakukan analisis kelayakan bisnis sehingga dapat diketahui layak tidaknya suatu bisnis. Aspek yang dikaji dalam analisis kelayakan adalah aspek pasar, teknis dan finansial. Aspek teknis meliputi kesesuaian lahan, rekomendasi klon karet, dan kajian lingkungan. Semua aspek penting untuk dikaji sehingga dapat diperoleh hasil yang lengkap untuk merekomendasikan kelayakan bisnis karet. Ujung dari kajian kelayakan ¬†adalah aspek finansial, dengan indikator bahwa¬† bisnis karet layak untuk dilaksanakan jika memenuhi syarat yang tertera dalam Tabel 1. Read the rest of this entry »

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

Older posts «