Pelatihan Budidaya Tanaman Karet

Balai Penelitian Getas merupakan unit kerja dari Pusat Penelitian Karet Indonesia yang memiliki pengalaman panjang dalam melakukan kegiatan pelatihan budidaya tanaman karet di Indonesia. Tenaga-tenaga narasumber dari kegiatan pelatihan di Balai Penelitian Getas adalah para peneliti yang memiliki kompetensi dalam beberapa bidang penelitian tanaman karet.

Agenda Pelatihan

 

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

KUNCI SUKSES PENERAPAN LFT: PRODUKTIVITAS VS PROFITABILITAS

Frekuensi sadap rendah atau sering dikenal dengan istilah LFT (Low Frequency of Tapping) sangatlah diharapkan oleh para pebisnis karet sebagai solusi atas permasalahan pada saat ini, yaitu rendahnya harga karet dan/atau langkanya tenaga kerja sadap. Berbicara tentang LFT, maka perlu diperhatikan faktor ikutan lainnya agar produktivitas (kg/ha/th) tidak turun signifikan, atau justru profitabilitas tidak tercapai secara memadai. Tabel di bawah ini mensimulasikan agar penerapan LFT (misalnya d4 atau d5) berdampak positif terhadap produktivitas dan profitabilitas usaha karet.

Read the rest of this entry »

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

FAKTOR PEMBENTUKAN BUAH PADA TANAMAN KARET

Tanaman karet tergolong monoecious, dimana bunga jantan dan betina berada dalam satu pohon. Berdasarkan konstitusi genetik dan kondisi lingkungan, bunga jantan mengeluarkan polen sebelum bunga betina membuka, atau bunga betina membuka sebelum polen cukup matang untuk fertilisasi. Hal inilah yang seringkali menjadi kendala dalam persilangan, sehingga menurunkan persentase keberhasilan buah jadi, yang dilaporkan hanya berkisar 0-5% dan biasanya tidak lebih dari 10% (Priyadarshan& Clement-Demange, 2004).

Read the rest of this entry »

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

Older posts «