Pelatihan Budidaya Tanaman Karet

Balai Penelitian Getas merupakan unit kerja dari Pusat Penelitian Karet Indonesia yang memiliki pengalaman panjang dalam melakukan kegiatan pelatihan budidaya tanaman karet di Indonesia. Tenaga-tenaga narasumber dari kegiatan pelatihan di Balai Penelitian Getas adalah para peneliti yang memiliki kompetensi dalam beberapa bidang penelitian tanaman karet.

Agenda Pelatihan

 

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

ANATOMI PEMBULUH DAN ALIRAN LATEKS

Laju aliran lateks dan perubahan tekanan turgor memiliki hubungan langsung dengan sistem anatomi pembuluh lateks. Pembuluh lateks (latisifer) tersusun di dalam silinder konsentris di antara jaringan floem. Silinder ini terlihat seperti cincin dalam penampang melintang, yang dikenal sebagai ‘cincin pembuluh lateks’. Terdapat hubungan secara lateral antara pembuluh lateks yang berdekatan di dalam cincin pembuluh lateks, sedangkan antar cincin pembuluh lateks tidak ada koneksi meskipun antara cincin pembuluh lateks satu dengan lainnya saling berdekatan. Oleh karena itu, ketika pohon disadap, lateks yang keluar tidak hanya berasal dari pembuluh lateks yang disadap, tetapi juga dari pembuluh lateks yang tidak diiris yang terhubung di dalam cincin pembuluh lateks yang sama, atau pada “drainage area/area drainase” atau “daerah pengatusan” dari panel yang disadap. Dalam hal ini tekanan turgor juga memiliki pengaruh pada perubahan tekanan di area drainase secara keseluruhan. Ketika dilakukan penyadapan, pelepasan tekanan terjadi pada pembuluh lateks terhadap jaringan sekitarnya. Hal ini mengakibatkan lateks keluar secara cepat melalui pembuluh lateks. Read the rest of this entry »

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

DINAMIKA HARGA KARET ALAM

 

Harga karet alam dari waktu ke waktu sangat berfluktuasi. Beberapa faktor yang mengakibatkan harga karet fluktuatif antara lain, keseimbangan pasokan dan permintaan, kondisi perekonomian internasional, harga minyak bumi, dan nilai tukar mata uang terhadap dolar AS dan Yen.

Sejak tahun 2001, harga karet terus naik seiring dengan meningkatnya permintaan akibat perkembangan industri yang memerlukan bahan baku karet alam. Harga karet sempat turun pada tahun 2009 yang disebabkan oleh krisis global yang terjadi sejak akhir tahun 2008, namun pada tahun 2010 harga karet meningkat kembali. Peningkatan harga karet sepanjang tahun 2010 disebabkan oleh ketidakseimbangan antara supply-demand. Pada tahun 2010 produksi karet alam dunia lebih rendah dibandingkan konsumsinya sehingga terjadi excess demand sebesar 174 ribu ton. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang mendongkrak harga karet alam dunia mencapai level tertinggi di tahun 2011. Namun dalam rentang waktu mulai tahun 2012 hingga pertengahan tahun 2015, harga karet mengalami perubahan yang sangat signifikan. Harga karet yang sebelumnya mencapai 4,5 US$/kg di tahun 2011 terus menurun hingga menjadi US$ 1,36 per kg (SICOM, 2015). Fluktuasi harga karet sejak tahun 1998 hingga 2015 ditampilkan pada Gambar 1.

Read the rest of this entry »

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

Older posts «