𝐓𝐑𝐈𝐂𝐇𝐎𝐃𝐄𝐑𝐌𝐀 𝐒𝐏𝐏. 𝐁𝐄𝐑𝐏𝐎𝐓𝐄𝐍𝐒𝐈 𝐒𝐄𝐁𝐀𝐆𝐀𝐈 𝐁𝐈𝐎𝐅𝐔𝐍𝐆𝐈𝐒𝐈𝐃𝐀 𝐓𝐄𝐑𝐇𝐀𝐃𝐀𝐏 𝐏𝐆𝐃 𝐂𝐎𝐑𝐘𝐍𝐄𝐒𝐏𝐎𝐑𝐀

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmailby feather

Corynespora casiicola merupakan jamur penyebab gugur daun (PGD) Corynespora pada tanaman karet.

Gejala awalnya dapat dilihat ada bercak hitam kemudian berkembang menyirip menyerupai tulang ikan, bercak semakin luas dan menyebabkan lesi pada daun.

Gejala lanjut penyakit ini adalah daun berwarna kuning atau coklat kemerahan kemudian gugur akibat toksin casiicolin yang dikeluarkan oleh C. casiicola.

Penyakit ini dapat terjadi pada daun tua maupun daun muda.

Selama ini pengendalian terhadap penyakit PGD Corynespora dilakukan dengan aplikasi fungisida berbahan aktif mankozeb/ karbendazim/ benomil.

Selain itu juga direkomendasikan penggunaan klon tahan PGD Corynespora seperti PR 228, PR 225, PR 300, AVROS 2037, BPM 1, BPM 24, RRIC 100, dan beberapa klon seri IRR serta diiringi pemeliharaan tanaman secara optimal.

Seiring dengan perkembangan waktu, hasil penelitian terbaru menunjukkan Trichoderma spp.

koleksi Balai Penelitian Getas berpotensi sebagai biofungisida terhadap PGD Corynespora.

Penelitian tersebut dilakukan secara in vitro dengan metode dual culture pada media PDA.

Hasil uji antagonisme secara in vitro menunjukkan isolat T. harzianum, T. koningii, T. viride milik Balai Penelitian Getas dapat menghambat pertumbuhan C. casiicola.

Laju penghambatan bervariasi namun semuanya menunjukkan persentase yang semakin meningkat setiap harinya.

Berdasarkan pengamatan terakhir (hari ke-5 setelah perlakuan) didapatkan hasil T. viride mempunyai daya hambat paling tinggi terhadap C. casiicola sebesar 68,82%, kemudian T. harzianum mempunyai daya hambat sebanyak 63,98% dan T. koningii sebanyak 61,83%.

Meskipun nilai persentase daya hambat dari ketiga Trichoderma spp.tersebut berbeda namun secara statistik tidak ada beda nyata di antara ketiganya.

Dari hasil penelitian juga diketahui mekanisme antagonis dari jamur T. viride, T. harzianum dan T. koningii terhadap C. casiicola berupa kompetisi tempat tumbuh dan nutrisi.

Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan ketiga Trichoderma spp. yang lebih cepat sehingga menekan pertumbuhan C. casiicola.

Selain itu, T. viride, T. harzianum dan T. koningii dalam uji ini juga mempunyai mekanisme parasitisme terhadap C. casiicola.

Mekanisme parasitisme ditandai dengan mampu tumbuhnya Trichoderma spp. di atas koloni C. casiicola dan menyebabkan C. casiicola berhenti tumbuh.(IB)

linkedinrssyoutubeby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published.