𝑴𝑬𝑵𝑼𝑱𝑼 𝑺𝑰𝑺𝑻𝑬𝑴 𝑷𝑬𝑵𝒀𝑨𝑫𝑨𝑷𝑨𝑵 𝑲𝑨𝑹𝑬𝑻 𝑩𝑬𝑹𝑩𝑨𝑺𝑰𝑺 𝑻𝑬𝑲𝑵𝑶𝑳𝑶𝑮𝑰 4.0

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmailby feather

Dunia saat ini telah memasuki era revolusi industri yang ke-empat atau disebut juga Industri 4.0, yang ditandai dengan penggunaan mesin otomatis yang terintegrasi dengan jaringan internet.

Teknologi 4.0 yang saat ini populer tersebut adalah penerapan teknologi artificial intelligence, robot, drone, internet of things,dan kini sudah menjadi keniscayaan.

Bagaimana dengan sektor perkebunan, apakah teknologi 4.0 akan mendisrupsi perkebunan konvensional? Sektor perkebunan sekiranya juga perlu beradaptasi untuk menjawab tantangan ke depan.

Lalu apakah itu perkebunan 4.0? Perkebunan 4.0 adalah perkebunan dengan ciri pemanfaatan teknologi artificial intelegence, robot, internet of things, drone dan blockhain guna menghasilkan produk unggul, presisi, efisien, dan berkelanjutan.

Di dunia perkebunan karet, sebenarnya penerapan penyadapan berbasis teknologi sudah mulai digaungkan sejak tahun 2010an, seperti pembuatan alat sadap elektrik ataupun digital.

Balit Getas sendiri sudah pernah membuat alat sadap elektrik, meskipun hingga saat ini masih belum bisa diterapkan skala luas karena masih banyak kendala yang muncul.

Ide alat sadap elektrik ini sendiri awalnya pun untuk memudahkan penyadap. Namun seiringnya waktu ketersediaan tenaga sadap yang terampil semakin berkurang.

Modifikasi sistem exploitasi dengan sistem sadap Low Tapping Frequency (LFT) yang digadang-gadang bisa menjawab permasalahan kekurangan tenaga sadap nyatanya juga belum optimal.

Selain itu juga ada digitalisasi dalam proses timbang hasil lateks (Timbangan digital) yang langung terintegrasi dengan laptop, sehingga memudahkan dalam proses pencatatan hasil.

Selain itu, meminimalisir eror. Timbangan Digital ini sudah lama diterapkan oleh beberapa perusahaan karet swasta di Sumatra dan beberapa tahun belakangan sudah mulai diterapkan di perkebunan karet milik negara.

Menjawab permasalahan kekurangan tenaga sadap yang sudah menjadi masalah global dan gencarnya wacana teknologi 4.0 ini pun menjadi motivasi untuk mendapatkan solusi dalam membuat sistem exploitasi dengan digitalisasi.

Seperti yang baru saja diluncurkan oleh Cina, yaitu Rubber Tapping Machines; sebuah mesin dipasang pada setiap pohon dengan sistem kendali otomatis sehingga dapat menyadap dengan sendirinya.

Selain itu juga ada Rubber Tapping Robot; sebuah robot yang disetting untuk dapat berjalan diperkebunan karet dan dapat menyadap pohon karet yang terpasang sensor. Kedua teknologi tersebut sudah siap untuk diujicobakan pada skala luas pada akhir 2019 ini.

Meskipun demikian, tetap terdapat kendala, penggunaan Rubber Tapping Machines dan Rubber Tapping Robot selain bertujuan sebagai pengganti penyadap yang terampil, juga diharapkan dapat menjadi langkah efisiensi terhadap biaya tenaga kerja dan biaya produksi.

Tapi dalam perakitan kedua teknologi tersebut tentu saja membutuhkan biaya infrastruktur yang cukup besar. Apalagi ditambah dengan wilayah perkebunan yang luas, tentu saja membutuhkan alat yang banyak pula.

Namun terlepas dengan banyaknya kendala dan tantangan yang dihadapi, dengan adanya teknologi 4.0 yang diterapkan pada agribisnis karet diharapkan dapat semakin mengoptimalkan upaya untuk penggalian dan pencapaian produksi tanaman karet.

Bukan dianggap sebagai gangguan melainkan sebagai solusi alternatif yang terus dapat dikembangkan seiring dengan perkembangan zaman. (MON)

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan luar ruangan

linkedinrssyoutubeby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published.