π™Žπ™€π™π˜Όπ™‰π™‚π˜Όπ™‰ π™‹π™€π™‰π™”π˜Όπ™†π™„π™ π™‹π™€π™Žπ™π˜Όπ™‡π™Šπ™π™„π™Šπ™‹π™Žπ™„π™Ž, π˜Όπ˜Ώπ˜Όπ™†π˜Όπ™ƒ π™†π™€π™π™π™‚π™„π˜Όπ™‰ π™€π™†π™Šπ™‰π™Šπ™ˆπ™„ π˜½π˜Όπ™‚π™„ π™‹π™π™Šπ˜Ώπ™π™Žπ™€π™‰ π™†π˜Όπ™π™€π™?

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmailby feather

Akhir-akhir ini kita seringkali mendengar penyakit yang menyerang pada tanaman karet, yaitu Pestalotiopsis.

Pestalotiopsis termasuk penyakit gugur daun (PGD). Namun demikian, tidak hanya daun muda dan tua yang terkena dampaknya, namun juga dapat menginfeksi ke batang, dan buah.

Berbagai klon rekomendasi pun terserang , yaitu BPM 24, GT1, IRR 112, PB 260, PB 340, dan RRIC 100.

Laporan pertama penyakit Pestalotiopsis terjadi di Malaysia tahun 1975 di kebun pembibitan, lalu tahun 2016 menyebar ke Sumatera bagian Utara dan tahun 2017 ke Sumatera bagian Selatan hingga kini.

Pada event GRC, 2019 menyebutkan bahwa penyakit Pestalotiopsis telah menyerang Indonesia seluas 387.000 Ha, Thailand seluas 51.200 Ha, Malaysia seluas 2.700 Ha, dan Sri Lanka 1.000 Ha.

Bagaimana dampak terhadap produksi? Serangan Pestalotiopsis setidaknya mengakibatkan penurunan produksi karet 20-45% pada tanaman yang terinfeksi.

Di Thailand, dalam tempo 10 bulan di tahun 2019 terlapor terjadinya penurunan produksi hingga 15% yang diakibatkan berbagai faktor yaitu penyakit gugur daun, iklim yang tidak kondusif dan harga karet yang rendah.

Indonesia, Thailand dan Malaysia merupakan 3 negara produsen karet terbesar di dunia, tentunya juga terdampak penurunan produksi secara kumulatif yang berarti penurunan pasokan karet alam dunia.

Apa yang perlu dilakukan untuk pengendalian penyakit Pestalotiopsis sesuai rekomendasi Meeting of the expert on Rubber Disease, 2019? Ada berbagai cara, yaitu memupuk tanaman karet dengan 100% dosis anjuran + 25% N dan aplikasi fungisida.

Biaya pengendalian dengan penyemprotan (spraying) terlampir dalam Tabel 1. Sebaiknya aplikasi diulang minimal 2x, dengan durasi 2-2,5 bulan setelah aplikasi pertama.

Dari yang sudah dijelaskan di atas, dapat diketahui bahwa kerugian ekonomi bagi produsen karet akibat penyakit Pestalotiopsis, antara lain penurunan produksi 15-45% dan tambahan biaya minimal Rp 788.300/ha (untuk dua kali spraying/ha) untuk pengendalian penyakit.

Hal tersebut secara tidak langsung dapat mengurangi pasokan karet dunia secara luas, dan menurunkan keuntungan pekebun karet di masa situasi karet yang sudah terpuruk ini.

Namun demikian, akankah penurunan pasokan karet alam dapat mendongkrak harga karet, senada dengan hukum ekonomi bahwa pasokan barang turun, akan diikuti dengan kenaikan harga? Mari kita lihat bersama beberapa waktu ke depan.(TW).

Tabel 1. Biaya untuk menyemprot fungisida (1x aplikasi)

linkedinrssyoutubeby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published.