«

»

ANATOMI PEMBULUH DAN ALIRAN LATEKS

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Laju aliran lateks dan perubahan tekanan turgor memiliki hubungan langsung dengan sistem anatomi pembuluh lateks. Pembuluh lateks (latisifer) tersusun di dalam silinder konsentris di antara jaringan floem. Silinder ini terlihat seperti cincin dalam penampang melintang, yang dikenal sebagai ‘cincin pembuluh lateks’. Terdapat hubungan secara lateral antara pembuluh lateks yang berdekatan di dalam cincin pembuluh lateks, sedangkan antar cincin pembuluh lateks tidak ada koneksi meskipun antara cincin pembuluh lateks satu dengan lainnya saling berdekatan. Oleh karena itu, ketika pohon disadap, lateks yang keluar tidak hanya berasal dari pembuluh lateks yang disadap, tetapi juga dari pembuluh lateks yang tidak diiris yang terhubung di dalam cincin pembuluh lateks yang sama, atau pada “drainage area/area drainase” atau “daerah pengatusan” dari panel yang disadap. Dalam hal ini tekanan turgor juga memiliki pengaruh pada perubahan tekanan di area drainase secara keseluruhan. Ketika dilakukan penyadapan, pelepasan tekanan terjadi pada pembuluh lateks terhadap jaringan sekitarnya. Hal ini mengakibatkan lateks keluar secara cepat melalui pembuluh lateks.

Tekanan tertinggi keluarnya lateks berada di dekat irisan pembuluh lateks dan kemudian semakin menurun dengan semakin jauhnya jarak dari irisan sadapan. Aliran lateks dibatasi oleh penyumbatan pembuluh pada atau dekat permukaan pembuluh lateks yang diiris, dan hal ini biasanya merupakan faktor utama yang menyebabkan penurunan laju aliran. Tekanan turgor dan tekanan dinding pembuluh lateks yang terkait dekat dengan irisan penyadapan turun segera setelah penyadapan.

Lateks juga mengandung faktor-faktor destabilisasi yang biasanya terletak di partikel lutoids. Akibatnya, setiap faktor fisiologis atau biokimia yang mempengaruhi stabilitas lutoids tidak diragukan lagi akan mempengaruhi aliran lateks dan penyumbatan pembuluh. Terjadinya mekanisme penyumbatan pembuluh lateks juga berhubungan dengan menurunnya tekanan turgor selama periode penyadapan dilakukan hingga aliran lateks berhenti. Terlihat mekanisme antagonistik antara tekanan turgor VS proses penyumbatan atau dapat dikatakan berkorelasi negatif. [YBSA/01]

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

About the author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>