«

»

BAGAIMANA EKSISTENSI TEKNOLOGI STIMULAN GAS ETILEN PADA KONDISI HARGA KARET RENDAH?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Teknologi stimulan gas etilen (C2H4) telah banyak diterapkan oleh para pebisnis perkebunan karet untuk meningkatkan produksi tanamannya. Pada kondisi harga karet yang rendah seperti pada saat ini, para pebisnis perkebunan karet akan berfikir apakah masih menguntungkan bila menerapkan teknologi ini? Penerapan teknologi stimulan gas etilen pada kondisi harga karet rendah dinilai layak asalkan secara agronomis dan finansil masih relevan. Kata kunci dari syarat ini dapat dilihat dari perolehan produktivitas per individu tanaman (GTT, gram/tree/tap).

Perihal teknologi ini, Akhmad Rouf dan Nofitri Dewi Rinojati menganalisis dengan asumsi harga karet 1,1 USD/Kg dan asumsi lainnya seperti biaya alat dan bahan, operasional pemasangan, biaya panen dan pemeliharaan tanaman sekitar Rp 15,7 juta/ha, maka penerapan teknologi ini dinilai layak (BEP) jika perolehan GTT minimal sebesar 178,0 gram/pohon/sadap. Jika jumlah pohon yang disadap (diaplikasi teknologi) adalah 150 pohon/ancak, maka BEP dapat dicapai melalui perolehan produktivitas per penyadap sebesar 26,7 Kg/HK.

Beberapa hasil penelitian sebelumnya, penerapan stimulan gas etilen ada yang dapat menghasilkan produktivitas sebesar itu, namun ada pula yang di bawahnya. Widyasari & Supriadi (2008) menyampaikan bahwa penerapan stimulan gas etilen di Malaysia mampu menghasilkan GTT tertinggi 184,2 gr/pohon/sadap dan terendah 63,5 gr/pohon/sadap. Penerapan stimulan gas etilen pada klon BPM 24 dalam penelitian yang dilakukan Herlinawati & Kuswanhadi (2012) menghasilkan GTT antara 77,4 hingga 82,1 gr/pohon/sadap. Rouf et al., (2015) melaporkan hasil penerapan stimulan gas etilen selama kurun waktu 3 tahun, sebagai berikut: pada tahun pertama diperoleh rata-rata GTT sebesar 101,8 gt/pohon/sadap, kemudian pada tahun kedua 137,9 gr/pohon/sadap dan tahun berikutnya 143,0 gr/pohon/sadap.

Syarat berupa target perolehan GTT tersebut dan beberapa referensi hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat dijadikan gambaran bagi para pebisnis karet jika hendak menerapkan teknologi stimulan gas pada kondisi harga karet rendah. Selain itu, juga dapat menjadi tantangan bagi para peneliti atau inovator di bidang teknologi stimulan gas etilen, bahwa agar teknologi ini tetap eksis pada kondisi harga karet rendah seperti beberapa tahun terakhir, maka perlu adanya daya dukung teknologi untuk menghasilkan produktivitas (GTT) yang tergolong tinggi, bahkan mencapai 178,0 gram/pohon/sadap pada kondisi harga karet 1,1 USD/Kg. [AR/01]

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

About the author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>