«

»

BIBIT KARET ROOT TRAINER BALIT GETAS SELARAS DENGAN PROGRAM PEREMAJAAN PEMERINTAH

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Harga karet yang cenderung rendah nampaknya perlu upaya ekstra untuk memperbaikinya. Pemerintah sudah melakukan upaya, salah satunya dengan pertemuan bersama Malaysia dan Thailand di Bangkok untuk mengambil langkah konkrit penyelamatan harga karet. Tiga hal yang akan dilakukan adalah kesepakatan antar tiga negara untuk mengurangi ekspor karet masing-masing 200-300 ton/negara, peningkatan konsumsi karet alam dan replanting karet. Dalam hal replanting karet, pemerintah mencanangkan program BUN 500. Program BUN 500 merupakan program produksi benih sebanyak 500 juta batang sejak tahun 2019 hingga tahun 2024.

  Menko Perekonomian, Darmin Nasution berencana menambah alokasi peremajaan pohon karet dari 5.000 ha/tahun menjadi 50.000 ha/th. Hal tersebut dilakukan mengingat separuh dari luasan karet nasional (3,6 juta ha) sudah memasuki usia tidak produktif, sehingga perlu diremajakan. Biaya peremajaan yang ditanggung oleh APBN hanya sekitar 6.000 Ha.  Berdasarkan data Ditjenbun Kementan, alokasi anggaran peremajaan karet tahun 2019 ditetapkan 5.210 Ha senilai Rp 37,29 miliar dan ditambah dengan perluasan 800 Ha senilai Rp 8,19 miliar.

Jauh sebelum adanya program pemerintah tersebut, Balai Penelitian Getas telah mengembangkan teknologi bibit karet root rainer yang berkualitas dan praktis. Bibit karet root trainer merupakan hasil pengembangan teknologi bibit dari Balit Getas, pencetus pertama di Indonesia dan kini sudah dapat diperjualbelikan secara luas. Salah satu perusahaan yang sudah mencoba adalah perusahaan milik negara di Jawa yaitu PTPN IX.   Bibit root trainer memiliki jaminan kualitas, karena dihasilkan oleh lembaga penelitian berbasis karet yang sudah berpengalaman sejak tahun 1964, dan terpercaya sebagai penghasil bibit yang berkualitas. Diharapkan dengan bibit karet root trainer, maka dapat bersinergi dalam mewujudkan program peremajaan karet nasional yang sudah dicanangkan oleh pemerintah. (TW)

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

About the author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>