«

»

Dampak Positif Perubahan Pola Musim

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Masih terkait dengan duet penyakit gugur daun (PGD) yang mampu meluluhlantakkan ketahanan beberapa klon rekomendasi Pusat Penelitian Karet terbaru pada GTP sebelumnya, kali ini akan dibahas mengenai salah satu faktor penting yang menyebabkan munculnya serangan tersebut. Gangguan berat yang menyebabkan kerontokan daun atau bahkan tanaman meranggas umumnya diawali dengan tidak terkendalinya PGD Oidium. Di Jawa Tengah, PGD Oidium berkembang bersamaan dengan flush setelah terjadinya gugur daun alami tanaman karet. Tunas yang baru mekar, daun muda berumur kurang dari 10 hari, bunga dan bakal buah merupakan organ tanaman yang rentan terhadap PGD Oidium.

Pada bulan Agustus – September setiap tahunnya tanaman karet mulai membentuk daun-daun baru, bersamaan dengan pergantian musim dari musim kemarau memasuki musim hujan.Sedikit hujan, tidak banyak sinar matahari, dan suhu yang agak rendah menjadi beberapa faktor yang mendukung perkembangan penyakit ini. Cuaca kering tidak menghambat penyakit asal tidak disertai oleh suhu tinggi.

Pada tahun ini, musim kemarau lebih panjang dari biasanya. Pada saat pembentukan daun muda tanaman karet, cuaca masih cukup panas dan hujan belum turun, sehingga PGD Oidium tidak dapat berkembang dengan baik, bahkan cenderung terhambat perkembangannya. Hal tersebut dapat terlihat dari gejala dan tanda penyakit yang jarang dijumpai di lapangan, baik di pembibitan, entres, maupun tanaman produksi. Kunjungan ke 12 kebun karet di Jawa Tengah yang dilakukan pada bulan Oktober 2018 menunjukkan daun-daun karet telah terbentuk sempurna dengan kerapatan tajuk yang baik dan relatif terhindar dari gangguan PGD Oidium.

Pergantian musim mulai terjadi pada bulan Oktober, dimana kondisi cuaca pada saat tersebut relatif sesuai dengan kebutuhan Oidium untuk tumbuh dan berkembang. Namun ketersediaan inokulum dan daun-daun karet yang telah berkembang sempurna menjadi faktor selanjutnya yang membatasi penyakit tersebut. Perubahan pola musim kemarau menjadi lebih panjang dari biasanya secara langsung berdampak terhadap tanaman dan produktivitasnya. Namun jika ditinjau dari sudut pandang proteksi tanaman, perubahan tersebut membawa dampak positif berupa pengendalian penyakit gugur daun secara alami.

Kegiatan monitoring sebaiknya tetap dilakukan untuk mengantisipasi gangguan-gangguan yang muncul selanjutnya, walaupun kondisi tanaman karet secara umum terbebas dari gangguan PGD Oidium, sehingga hal ini juga memperkecil potensi gangguan PGD Colletotrichum di musim hujan.

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

About the author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>