«

»

DINAMIKA HARGA KARET ALAM

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

 

Harga karet alam dari waktu ke waktu sangat berfluktuasi. Beberapa faktor yang mengakibatkan harga karet fluktuatif antara lain, keseimbangan pasokan dan permintaan, kondisi perekonomian internasional, harga minyak bumi, dan nilai tukar mata uang terhadap dolar AS dan Yen.

Sejak tahun 2001, harga karet terus naik seiring dengan meningkatnya permintaan akibat perkembangan industri yang memerlukan bahan baku karet alam. Harga karet sempat turun pada tahun 2009 yang disebabkan oleh krisis global yang terjadi sejak akhir tahun 2008, namun pada tahun 2010 harga karet meningkat kembali. Peningkatan harga karet sepanjang tahun 2010 disebabkan oleh ketidakseimbangan antara supply-demand. Pada tahun 2010 produksi karet alam dunia lebih rendah dibandingkan konsumsinya sehingga terjadi excess demand sebesar 174 ribu ton. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang mendongkrak harga karet alam dunia mencapai level tertinggi di tahun 2011. Namun dalam rentang waktu mulai tahun 2012 hingga pertengahan tahun 2015, harga karet mengalami perubahan yang sangat signifikan. Harga karet yang sebelumnya mencapai 4,5 US$/kg di tahun 2011 terus menurun hingga menjadi US$ 1,36 per kg (SICOM, 2015). Fluktuasi harga karet sejak tahun 1998 hingga 2015 ditampilkan pada Gambar 1.

Menjelang akhir tahun 2016, harga karet alam pernah mengalami kenaikan hingga menembus angka US$ 2 per kg dan berada pada puncaknya tanggal 14 Desember yaitu pada angka US$ 2,15 per kg. Selanjutnya harga cenderung menurun kembali, sepanjang tahun 2017 hingga awal 2018 harga karet berada di kisaran US$ 1,3-1,4 per kg.

Harga tersebut merupakan harga karet FOB (Free on Board) dengan asumsi KKK 100%, sedangkan untuk harga pabrik atau biasa disebut harga notering merupakan harga FOB dikurangi dengan biaya olah senilai Rp 3000-4000 per kg. Adapun harga di tingkat petani pada umumnya jauh lebih rendah lagi karena diasumsikan KKK petani hanya 40-50%, dan terdapat susut bobot 15% serta biaya transportasi sekitar Rp 500 per kg. Perhitungan harga karet hingga tingkat petani dapat dilihat pada Tabel 1.

 

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

About the author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>