Efisiensi Biaya Distribusi Dan Penanaman Bibit Karet Root Trainer VS Bibit Tabela

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmailby feather

Telah dibahas pada edisi sebelumnya bahwa bibit karet root trainer memiliki banyak kelebihan dibanding bibit karet tabela. Salah satu kelebihan tersebut yaitu bibit karet root trainer memiliki bentuk dan bobot yang lebih kecil dibanding bibit tabela.

Berkaitan dengan hal tersebut akan sangat mempengaruhi biaya distribusinya, baik dari Balai Penelitian Getas ke kebun tujuan maupun distribusi saat akan pindah tanam ke lahan. Pada artikel ini akan membahas biaya distribusi dan penanaman bibit karet root trainer dibandingkan bibit tabela pada kasus di PTPN Jawa Tengah.

Seperti tergambar dan dirinci pada Tabel 1, penggunaan bibit karet root trainer dapat menghemat biaya distribusi dan penanaman ke lahan.

Apabila Kebun PTPN memproduksi bibit sendiri maka yang dapat dihemat hanyalah biaya distribusi bibit dari Balai Penelitian Getas ke kebun tujuan, sedangkan biaya distribusi lokal (dari kebun pembibitan ke lahan) dan biaya penanaman jauh lebih efisien apabila menggunakan bibit karet root trainer.

Hal tersebut dikarenakan jumlah bibit yang dapat diangkut dalam sekali perjalanan lebih banyak apabila menggunakan bibit root trainer. Menggunakan angkutan truk dapat memuat hingga ± 6.000 bibit root trainer, sedangkan dengan bibit tabela hanya dapat memuat ± 200 bibit.

Selain itu biaya penanaman bibit root trainer jauh lebih efisien. Dikarenakan bentuknya yang kecil sehingga lubang tanam yang diperlukan juga lebih kecil. Prestasi kerja dalam pembuatan lubang tanam dapat mencapai 100 lubang/HOK. Sedangkan pembuatan lubang tanam untuk tabela di PTPN biasanya menggunakan alat berat seperti backhoe dengan biaya yang lebih besar.

Salah satu kelebihan tersebut yaitu bibit karet root trainer memiliki bentuk dan bobot yang lebih kecil dibanding bibit tabela.

Apabila dihitung nilainya maka biaya pembuatan lubang tanam untuk bibit root trainer hanya Rp 300,-/lubang, sedangkan untuk bibit tabela dapat mencapai Rp 3.750,-/lubang, sehingga dapat menghemat 92% untuk biaya pembuatan lubang tanam.

Jika dibandingkan secara keseluruhan dari biaya distribusi hingga penanaman apabila harga bibit root trainer dan tabela sama, maka penggunaan bibit karet root trainer dapat menghemat biaya sebesar Rp 2.745.208,-/ha (35 %). (NDR)

Facebooktwitterlinkedinrssyoutubeby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published.