«

»

Efisiensi Biaya Penyadapan dengan LFT

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmailby feather

Harga karet yang rendah pada beberapa tahun terakhir mengakibatkan keberlangsungan usaha perkebunan karet terancam apabila tidak diikuti dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha.

Struktur biaya dalam usahatani karet yang terbesar adalah biaya penyadapan, khususnya upah penyadap. Salah satu manajemen eksploitasi yang dikembangkan untuk mencapai upaya tersebut adalah dengan penerapan metode Low Frequency of Tapping (LFT).

Pada metode LFT hari sadap diturunkan dari d/2 menjadi d/3, d/4, bahkan hingga d/6. Efisiensi biaya penyadapan dapat dilakukan akibat adanya pengurangan jumlah tenaga penyadap.

Penurunan frekuensi sadap tidak serta merta meningkatkan keuntungan karena produktivitas juga dipengaruhi jumlah hari sadapnya. Oleh karena itu, untuk mengganti produksi pada hari sadap yang hilang maka produksi riil per sadap harus lebih tinggi.

Pada penelitian Siregar et al. (2009), perubahan frekuensi sadap d3 menjadi d4 terbukti menurunkan biaya penyadapan. Produksi pada frekuensi sadap d/4 di tahun I juga lebih tinggi dibanding d/3 sehingga keuntungan yang diperoleh juga lebih tinggi.

Akan tetapi keuntungan pada frekuensi sadap d/3 di tahun II dan III lebih tinggi akibat produksi kumulatif per tahun juga lebih tinggi (Tabel 1).

Widyasari et, al. melakukan penelitian yang lebih rinci yaitu melakukan kombinasi frekuensi sadap dengan penggunaan stimulan untuk optimasi produksi dan efisiensi biaya penyadapan.

Hasil penelitiannya juga menunjukkan bahwa semakin rendah frekuensi sadap, semakin menurunkan biaya penyadapan. Sedangkan keuntungan tertinggi diperoleh pada sistem sadap d/3 (perlakuan S/2d3.ET2,5% Ga.1.m/3 dan perlakuan S/2 d3.ET4,0%.Ga.1.2w) lalu diikuti sistem sadap d/4 (Perlakuan S/2 d4.ET5,0%.Ga.1.2w).

Kedua penelitian tersebut menunjukkan bahwa sistem sadap d/3 ternyata lebih unggul meskipun memerlukan biaya yang lebih tinggi setelah d/2 karena didukung oleh produktivitas dan penerimaan yang tertinggi.

Sistem sadap d/4 dapat diterapkan sebagai alternatif untuk mengatasi kelangkaan penyadap dan menekan biaya penyadapan dengan produktivitas yang tidak terlalu jauh dengan d/3. (NDR)

T

Facebooktwitterlinkedinrssyoutubeby feather

About the author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>