GULMA: TIGA TAHUN PERTAMA YANG MENGHANYUTKAN

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmailby feather

Gulma merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman karet yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan kesehatan tanaman.

Pertumbuhan gulma yang cepat, terutama pada kebun karet yang belum menghasilkan, dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman karet terhambat sehingga dapat mengakibatkan mundurnya waktu matang sadap.

Fase kritis TBM karet terkait gangguan gulma terutama pada umur 1-3 tahun. Seringkali pada fase inilah, pengendalian gulma tidak menjadi prioritas penting dan diabaikan.

Akibat kurangnya perhatian tersebut, sering dijumpai tanaman jauh di bawah standar pada akhir tahun ketiga, sehingga sisa waktu 2 tahun pada TBM IV dan V tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan yang terjadi.

Cap “gulma jahat” yang disematkan pada jenis gulma tertentu tidak hanya menjadi pengaya istilah dalam buku panduan teknis pemeliharaan tanaman karet. Sebagai contoh, Imperata cylindrica atau alang-alang, menjadi salah satu gulma dalam

kategori tersebut karena sifatnya yang tidak hanya sebagai pesaing tanaman utama, tetapi juga kemampuan bertahan hidup dan pertumbuhannya yang luar biasa, bahkan mampu menghasilkan zat allelopati yang mampu menghambat pertumbuhan tanaman utama.

Gulma lain yang berdaun sempit seperti Ottchloa nodosa, Paspalum conjugatum, Axonopus compressus, maupun gulma berdaun lebar seperti Mikania micrantha, Synedrella nodiflora, Borreria alata, juga berpengaruh besar terhadap pertumbuhan tanaman karet jika tidak terkendali.

Bahkan tanaman penutup tanah kacangan yang seharusnya bermanfaat bagi tanaman, seperti Mucuna bracteata, Centrosema pubescens, Calopogonium caeruleum, juga menjadi gulma jika tidak dikendalikan dengan baik.

Pengendalian gulma tetap diperlukan sepanjang siklus tanaman karet, namun yang menjadi fokus utama tulisan ini adalah pentingnya pengendalian gulma pada 3 tahun pertama budidaya tanaman karet.

Pada periode tersebut, setiap tumbuhan yang tumbuh di tempat yang tidak dikehendaki dan memiliki pertumbuhan cepat, daya saing kuat, mampu tumbuh pada berbagai kondisi lingkungan, mudah berkembang biak dan menyebar, dan memiliki sifat dormansi, dapat dianggap sebagai gulma dan wajib dikendalikan.

Pengendalian dapat dilakukan secara manual atau mekanis, misalnya dengan pembersihan gulma di piringan tanaman karet pada awal TBM I, pembabatan gulma di gawangan, dan lain-lain. Secara kimia, penggunaan herbisida merupakan salah satu metode yang sangat familiar di kalangan pekebun, termasuk pada 3 tahun pertama penanaman karet.

Cara ini dapat dilakukan 4 kali dalam setahun, baik di gawangan maupun larikan. Cara pengendalian gulma lain dapat dilakukan secara kultur teknis, misalnya dengan penanaman penutup tanah kacangan atau pemanfaatan gawangan untuk pola tanam tumpangsari.(BS).

Facebooktwitterlinkedinrssyoutubeby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published.