«

»

Karakterisasi Morfologi Biji dan Pertumbuhan Populasi Batang Bawah Tanaman Karet

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Morfologi biji beberapa populasi diambil dari rata-rata 30 butir biji. Hasilnya menunjukkan populasi RRIC 100 memiliki berat butir dan berat isi per butir nyata lebih tinggi dibandingkan populasi lain (Tabel 1). Populasi IRR 39 menunjukkan nilai yang nyata lebih tinggi untuk karakter berat kulit per butir dan panjang biji. Pada karakter lebar biji antara populasi IRR 39 dan RRIC 100 tidak berbeda nyata, dan keduanya nyata lebih tinggi dibandingkan populasi lain. Beberapa peneliti melaporkan adanya variasi klonal untuk pembentukan buah, kematangan dan berat kulit biji (Omokhafe, 2002). Omokhafe & Alika (2004) menunjukkan bahwa PR 107, PB 5/51, Tjir 1 dan RRIM 623 memiliki berat biji tertinggi diantara 19 populasi yang diamati pada dua musim yang berbeda di Nigeria. Sejauh ini dilaporkan bahwa karakter berat biji memiliki korelasi positif terhadap hasil lateks (Omokhafe, 2002), yang diduga dapat memberikan interaksi yang positif terhadap karakter batang atasnya.

 Karakter pertumbuhan tanaman beragam antar populasi (Tabel 2). GT 1 menduduki peringkat pertama untuk karakter diameter batang dan diameter pangkal akar pada umur dua bulan setelah tanam. namun pada karakter tinggi tanaman menempati urutan ketiga setelah RRIC 100 dan RRII 208. IRR 39 memiliki akar tunggang terpanjang dan berbeda nyata lebih tinggi dibandingkan populasi lainnya (LA/02).

 

 

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

About the author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>