«

»

KONDISI EKSPOR KARET INDONESIA 2013-2018

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Badan Pusat Statistik menginformasikan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari-Agustus 2018 terjadi defisit 4,08 milyar US$. Kinerja ekspor non migas merosot dan tidak dapat menutup defisit sektor migas. Komoditas karet merupakan salah satu produk non migas. Kinerja ekspor karet juga mengalami penurunan pada periode 2013-2018 (Gambar 1).

Nilai ekspor karet merupakan hasil perkalian dari jumlah barang yang diekspor dan harga barang yang diekspor dan mengacu pada nilai free on board (FOB). Nilai ekspor karet periode 2013-2018 menunjukkan trend yang semakin menurun. Tidak hanya jumlah karetnya saja yang turun, namun juga harga karet yang cenderung menurun. Turunnya nilai ekspor semakin dipertajam karena pengaruh rendahnya harga karet yang terjadi sejak tahun 2012. Perlu upaya keras untuk memperbaiki harga karet dan mencari celah pasar agar nilai ekspor dapat meningkat kembali.  Di sisi lain, daya guna karet juga perlu ditingkatkan melalui hilirisasi dan pangsa pasar baru yang tentunya harus bersaing dengan negara produsen karet lainnya.

Tidak semua produksi karet alam Indonesia diekspor ke luar negeri, ada sebagian yang dikonsumsi domestik untuk keperluan domestik. Trend konsumsi karet domestik menunjukkan peningkatan meskipun masih dalam jumlah yang relatif kecil (Gambar 2).

 

 

 

 

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

About the author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>