FAKTOR PEMBENTUKAN BUAH PADA TANAMAN KARET

Tanaman karet tergolong monoecious, dimana bunga jantan dan betina berada dalam satu pohon. Berdasarkan konstitusi genetik dan kondisi lingkungan, bunga jantan mengeluarkan polen sebelum bunga betina membuka, atau bunga betina membuka sebelum polen cukup matang untuk fertilisasi. Hal inilah yang seringkali menjadi kendala dalam persilangan, sehingga menurunkan persentase keberhasilan buah jadi, yang dilaporkan hanya berkisar 0-5% dan biasanya tidak lebih dari 10% (Priyadarshan& Clement-Demange, 2004).

Read the rest of this entry »

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

PURWARUPA MESIN PENGISI MEDIA TANAM KE DALAM POT ROOT TRAINER

Bibit karet root trainer merupakan teknologi pembibitan karet di Balit Getas yang mulai dikembangkan setelah Dr Hananto melakukan kunjungan kerja ke India sekitar tahun 2012 silam. Proses panjang penelitian dan pengembangan bibit karet root trainer di Balit Getas telah dilalui, baik dari aspek penelitian media tanam, metode propagasi, hingga perencanaan pengisian media tanam ke dalam pot root trainer. Kini, sebuah purwarupa (prototype) mesin pengisi media tanam ke dalam root trainer telah berhasil dirakit untuk melengkapi teknologi pembibitan tanaman karet dengan root trainer. Pembiayaan rancangbangun purwarupa tersebut diperoleh dari hibah riset Kerjasama Kemitraan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Nasional (KKP3N) dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementrian Pertanian tahun 2016. Prototype tersebut merupakan kerjasama riset antara Balai Penelitian Getas dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah.

Read the rest of this entry »

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

Berkenalan dengan Cekaman Air (Bagian 2)

Pada artikel bulan Mei 2018, telah dimuat tulisan tentang cekaman air berupa kekeringan pada tanaman karet. Pada edisi Juni 2018 ini, kami akan memperkenalkan hal ekstrem sebaliknya, yaitu cekaman air pada tanaman berupa kegenangan. Antara kekeringan dan kegenangan, keduanya sama-sama menyiksa tanaman karet, tetapi berbeda gejala dan efek awalnya. Adapun efek jangka panjangnya sama, yaitu dapat mematikan tanaman.

Bagaimana tanaman karet menghadapi kegenangan?

Berbeda dengan tanaman eceng gondok misalnya, tanaman karet bukan termasuk tanaman yang mensyaratkan adanya genangan air yang menutupi seluruh bagian akar hingga sebagian pangkal batang. Tanaman karet membutuhkan udara di area rhizosphere (perakaran) untuk proses respirasi (pernapasan). Dalam menunjang kehidupannya, akar tanaman karet mendapatkan air yang terdapat di pori mikro tanah, sedangkan untuk mendapatkan udara dari pori makro tanah.

Read the rest of this entry »

facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

Older posts «

» Newer posts