POLA PERTUMBUHAN SISTEM PERAKARAN TANAMAN BATANG BAWAH KARET DIKAJI DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PERKEMBANGAN TAJU

Sebuah penelitian untuk mengetahui pola pertumbuhan perakaran batang bawah karet dalam hubungannya dengan pertumbuhan tajuk telah dilakukan di Guyana Perancis. Seperti yang telah diketahui bahwa pertumbuhan tajuk batang bawah tanaman karet bersifat ritmis (diskontinyu).  Menurut Halle & Martin (1968), stadia pertumbuhan tajuk dibagi atas 4 tahapan yaitu pecahnya mata tunas (fase A), akselerasi pemanjangan internodus yang diikuti kemunculan daun kecil berantosianin berwarna cokelat tua (fase B), akselerasi perluasan helai daun yang diiringi dengan berhentinya pertumbuhan batang secara gradual (fase C) dan aktivitas pertumbuhan tidak tampak namun posisi tulang daun sebagaian besar mendatar (horisontal) di mana pada saat itu daun sudah mulai aktif berfotosintesis (fase D). Dari fase D tersebut kemudian siklusnya kembali ke fase A secara terus-menerus sehingga keragaan tajuk tanaman batang bawah karet nampak tersusun atas beberapa tingkatan rangkaian daun yang biasa disebut dengan istilah payung. Read the rest of this entry »

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

Mekanisme Fisiologis Kering Alur Sadap (KAS)

Kering alur sadap (KAS) adalah gangguan fisiologis yang mengakibatkan tanaman karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg) tidak mampu mengeluarkan lateks pada saat dilakukan penyadapan karena terjadi penyumbatan pada jaringan pembuluh lateks. Secara morfologi gejala KAS diawali oleh terjadinya perlambatan aliran lateks, penurunan kadar karet kering (KKK), dan kekeringan pada sebagian alur sadap atau disebut KAS sebagian (parsial). Apabila hal itu berlanjut, alur sadap akan mengering, kulit mengalami nekrosis, dan akhirnya pecah – pecah. Kejadian ini sering disebut sebagai KAS total. Read the rest of this entry »

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

Briket Gambut Rawa Pening pada pembibitan Karet dalam Root trainer

Media tanam berpengaruh besar terhadap pertumbuhan bibit tanaman karet. Media tanam yang biasa digunakan untuk pembibitan tanaman karet dalam wadah root trainer adalah sabut kelapa atau cocopeat. Kemampuan cocopeat sebagai media tanam untuk menyimpan hara dapat ditingkatkan dengan pemberian pupuk organik seperti gambut rawa. Salah satu bentuk aplikasi gambut rawa selain dengan dicampur secara langsung adalah metode pemadatan atau briket.

Read the rest of this entry »

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

Older posts «

» Newer posts