MENGAPA HARUS KARET ALAM?

Karet alam dihasilkan dari tanaman karet Hevea brasiliensis. Tanaman karet menghasilkan lateks yang berwarna putih hingga kekuningan dan berbentuk cairan yang keluar dari pembukaan pembuluh lateks melalui proses penyadapan (penyayatan kulit tanaman karet). Cairan tersebut disebut lateks dan selanjutnya diproses dan diklasifikasikan  menjadi berbagai macam, antara lain : (1) Bahan olah karet, (2) Karet konvensional, (3) Lateks pekat, (4) Karet bongkah, (5) Karet spesifikasi teknis, (6) Karet siap olah, dan (7) Karet reklim.

Di Indonesia, karet diusahakan oleh pekebun karet rakyat, negara dan swasta. Pengusahaan karet didominasi oleh pekebun karet rakyat, oleh karena itu banyak petani karet yang bergantung hidupnya pada komoditas karet. Karet sudah menjadi sumber mata pencaharian banyak pihak sejak dahulu kala, mulai dari sektor hulu hingga hilir. Nilai ekspor di tahun 2018 periode Januari-Agustus mencapai 4,4 milyar US$ (BPS, 2018).

 

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

MENGAPA HARUS KARET ALAM?

Karet alam dihasilkan dari tanaman karet Hevea brasiliensis. Tanaman karet menghasilkan lateks yang berwarna putih hingga kekuningan dan berbentuk cairan yang keluar dari pembukaan pembuluh lateks melalui proses penyadapan (penyayatan kulit tanaman karet). Cairan tersebut disebut lateks dan selanjutnya diproses dan diklasifikasikan  menjadi berbagai macam, antara lain : (1) Bahan olah karet, (2) Karet konvensional, (3) Lateks pekat, (4) Karet bongkah, (5) Karet spesifikasi teknis, (6) Karet siap olah, dan (7) Karet reklim.

Di Indonesia, karet diusahakan oleh pekebun karet rakyat, negara dan swasta. Pengusahaan karet didominasi oleh pekebun karet rakyat, oleh karena itu banyak petani karet yang bergantung hidupnya pada komoditas karet. Karet sudah menjadi sumber mata pencaharian banyak pihak sejak dahulu kala, mulai dari sektor hulu hingga hilir. Nilai ekspor di tahun 2018 periode Januari-Agustus mencapai 4,4 milyar US$ (BPS, 2018). Read the rest of this entry »

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

PERAN PUPUK ORGANIK PADA PERKEBUNAN KARET

Salah satu teknologi pemupukan tanaman karet saat ini dan di masa depan adalah kombinasi antara pupuk anorganik dengan pupuk organik. Dengan demikian, pupuk anorganik dapat diberikan dengan dosis yang lebih rendah dan seimbang. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara pupuk organik dengan anorganik terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman karet. Pendekatan penggunaan pupuk organik saja tanpa menggunakan pupuk kimia masih merupakan hal yang sulit untuk diterapkan, mengingat kadar hara dari pupuk organik yang rendah. Perkebunan karet pada kondisi tanah dengan tingkat kesuburan yang rendah, pupuk organik dapat berperan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pupuk organik juga merupakan sumber hara makro dan mikro, memperbaiki sifat fisik tanah, dan berpengaruh terhadap mikroorganisme tanah sehingga dapat mempercepat dekomposisi dan pelepasan hara. Read the rest of this entry »

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

Older posts «

» Newer posts