Pelatihan Budidaya Karet Dishutbun Kab. Mappi, Papua Desember 2014

 photo P1210631_zpse9yzq8kk.jpg
Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari yaitu tanggal 1 – 3 Desember 2014. Pelatihan ini diikuti oleh 10 orang.

Materi pelatihan meliputi : teknologi penyediaan bahan tanam karet; manajemen pengelolaan kebun entres karet; persiapan lahan, penanaman dan pemeliharaan tanaman karet; pengendalian hama penyakit pada tanaman karet; sistem eksploitasi yamg optimal dan berkelanjutan pada tanaman karet. Peserta pelatihan budidaya tanaman karet ini adalah

Continue reading

linkedinrssyoutubeby feather

Pengawalan Investasi TBM Semester II 2014 PTPN IX

 photo DSC03186_zpsokv67rtx.jpg

Kegiatan Pengawalan Investasi TBM dilakukan pada 12 kebun yang memiliki areal konsesi tanaman karet di lingkup PT Perkebunan Nusantara IX (Persero), yaitu Kebun Warnasari, Kawung, Krumput, Blimbing, Jolotigo, Siluwok, Sukomangli, Merbuh, Ngobo, Getas, Batujamus, dan Balong. Setiap kunjungan didampingi oleh pimpinan kebun setempat dan staf Bagian Tanaman PT Perkebunan Nusantara IX (Persero). Evaluasi dilakukan terhadap kegiatan investasi tanaman yang sedang berlangsung pada setiap kebun, antara lain TTI, TTAD, entres, pembibitan, dan TBM.

Continue reading

linkedinrssyoutubeby feather

Sistem Alih Teknologi Karet : Pengalaman Malaysia

Titik Widyasari dan Muhammad Supriadi

Dimuat di Warta Perkaretan 2008, 27 (2), 69 – 79.

Malaysia merupakan salah satu negara produsen utama karet alam dunia setelah Thailand dan Indonesia. Kemajuan industri karet di Malaysia didukung oleh keberadaan Lembaga Getas Malaysia yang bertugas menghasilkan berbagai inovasi dan teknologi yang berguna bagi pekebun, terutma petani karet, maupun industri barang jadi karet. Selain itu, proses pembangunan perkebunan karet di Malaysia juga didukung oleh lembaga-lembaga pelaksana pembangunan (implementing agency) seperti RISDA, FELDA, dan FELCRA. Dalam melaksanakan tugasnya, lembaga-lembaga tersebut bekerjasama secara erat dengan Lembaga Getah Malaysia dalam proses alih teknologi perkaretan. Lembaga pelaksana pembangunan mempunyai berbagai mekanisme kerjasama dengan LGM yang memungkinan mereka secara cepat memperoleh informasi dan teknologi baru dari LGM. Melalui mekanisme yang dibangun bersama, proses alih tenologi serta adopsi teknologi oleh petani dapat berlangsung relatif cepat. Tulisan ini membahas mekanisme alih teknologi tersebut dengan memberikan satu contoh proses alih teknologi penyadapan intensitas rendah (low intensity tappig system/ LITS).

linkedinrssyoutubeby feather