FAKTOR PENTING DALAM PENGHITUNGAN TAKSASI PRODUKSI SEJAK MEMASUKI FASE TM 1

Ketika tanaman karet telah memasuki fase tahun pertama disadap (TM 1), seringkali penentuan target produktivitas 1 tahun ditentukan secara global (gebyah uyah_red), misalnya ditarget 400 kg/ha, 600 kg/ha, bahkan saking semangatnya kadang ditarget sebesar 1.000 kg/ha.

Target tersebut sah-sah saja asalkan didukung beberapa faktor penting, yaitu berdasarkan kondisi aktual dan kemampuan fisiologis individu tanaman.

Ada 4 (empat) faktor penting yang harus kita perhatikan ketika menyusun target produksi, yaitu (i) estimasi GTT; (ii) populasi pohon disadap; (iii) estimasi hari sadap efektif / HSE; (iv) interaksi diantara ketiga faktor tersebut.

Continue reading linkedinrssyoutubeby feather

GULMA: TIGA TAHUN PERTAMA YANG MENGHANYUTKAN

Gulma merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) pada tanaman karet yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan kesehatan tanaman.

Pertumbuhan gulma yang cepat, terutama pada kebun karet yang belum menghasilkan, dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman karet terhambat sehingga dapat mengakibatkan mundurnya waktu matang sadap.

Fase kritis TBM karet terkait gangguan gulma terutama pada umur 1-3 tahun. Seringkali pada fase inilah, pengendalian gulma tidak menjadi prioritas penting dan diabaikan.

Continue reading linkedinrssyoutubeby feather

Sɪsᴛᴇᴍ Sᴀᴅᴀᴘ Iɴᴛᴇɴsɪᴛᴀs Rᴇɴᴅᴀʜ ᴅᴀɴ Pᴇɴɢᴀʀᴜʜɴʏᴀ ᴛᴇʀʜᴀᴅᴀᴘ Sᴛᴀᴛᴜs Fɪsɪᴏʟᴏɢɪ Kʟᴏɴ PR 107 (Hᴀsɪʟ Pᴇɴᴇʟɪᴛɪᴀɴ Sᴇʟᴀᴍᴀ 21 Tᴀʜᴜɴ ᴅɪ Pᴀɴᴛᴀɪ Gᴀᴅɪɴɢ)

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Soumahin et al. (2010) di Pantai Gading menunjukkan adanya perbedaan status fisiologi pada klon PR 107 menggunakan sistem sadap intensitas rendah. Sistem sadap intensitas rendah dengan aplikasi stimulansia konsentrasi tinggi (S/4d3 6d/7 8-10y(m) dan (S/2d6 6d/7 8-10/y(m)) mampu mengurangi tenaga sadap sekitar 10-50% dibandingkan sistem sadap standar (S/2d3 6d/7 4y(m)).

Sistem sadap intensitas rendah juga tidak berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan secara umum hasilnya tetap menguntungkan dalam jangka panjang. Pada klon PR 107, status fisiologi tanaman menunjukkan hasil yang lebih baik dengan mengurangi panjang irisan sadap dan menambahkan konsentrasi stimulan dibandingkan mengurangi frekuensi sadap dengan panjang irisan dan konsentrasi stimulan standar.

Panjang irisan 1/4S menunjukkan adanya keseimbangan pada status fisiologi tanaman (Tabel 1). Persentase KAS juga menunjukkan hasil yang lebih rendah (Tabel 2).

Profil fisiologi tanaman yang baik ditunjukkan dengan tingginya perlindungan pada integritas lutoid, kecukupan pada ketersediaan energi bagi tanaman, persediaan glusida yang cukup, dan biosintesis isopren yang aktif.

Kesemuanya berhubungan dengan metabolisme regenerasi sel yang lebih baik dan tidak terjadi over-eksploitasi atau kelelahan fisiologi. Disimpulkan penggunaan sistem sadap intensitas rendah S/4d3 6d/710y(m) dan S/2d6 6d/710/y(m) dapat dipilih untuk klon PR 107.

linkedinrssyoutubeby feather