Peluang Bibit Root Trainer Stump Sebagai Alternatif Pengganti Bibit Okulasi Mata Tidur

   Pengembangan tanaman karet selama ini mengarah ke sistem Hutan Tanaman Industri (HTI) dan banyak dilakukan di Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Pengiriman bibit dalam bentuk siap tanam, jarang dilakukan karena sangat memakan biaya pengiriman sehingga jenis bibit yang sering dikirim adalah bibit okulasi mata tidir atau OMT. Pengiriman bibit dengan model OMT ini diklaim paling efisien karena sangat menghemat dari sisi biaya transport. Continue reading

linkedinrssyoutubeby feather

BIBIT KARET ROOT TRAINER BALIT GETAS SELARAS DENGAN PROGRAM PEREMAJAAN PEMERINTAH

Harga karet yang cenderung rendah nampaknya perlu upaya ekstra untuk memperbaikinya. Pemerintah sudah melakukan upaya, salah satunya dengan pertemuan bersama Malaysia dan Thailand di Bangkok untuk mengambil langkah konkrit penyelamatan harga karet. Tiga hal yang akan dilakukan adalah kesepakatan antar tiga negara untuk mengurangi ekspor karet masing-masing 200-300 ton/negara, peningkatan konsumsi karet alam dan replanting karet. Dalam hal replanting karet, pemerintah mencanangkan program BUN 500. Program BUN 500 merupakan program produksi benih sebanyak 500 juta batang sejak tahun 2019 hingga tahun 2024. Continue reading

linkedinrssyoutubeby feather

PELUANG PENGEMBANGAN BIBIT KARET ROOT TRAINER

Bahan tanam karet yang umum digunakan di Indonesia berasal dari stum mata  tidur atau bibit polibag. Jika dibandingkan dengan bibit stum, persentase kematian bibit polibag saat ditanam di lapangan lebih rendah, tanaman lebih seragam, dan masa tanaman belum menghasilkan (TBM) lebih singkat. Bibit polibeg juga memiliki kekurangan seperti bentuk perakaran yang kurang baik dan pengangkutan bibit lebih sulit. Hal tersebut mendorong upaya pengembangan teknologi penyediaan bahan tanam karet yang lebih efisien. Salah satu teknologi yang telah dikembangkan adalah root trainer. Pada awalnya teknologi ini diadopsi dari negara India kemudian dilakukan modifikasi yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia (media tanam, pemupukan, irigasi, dll). Continue reading

linkedinrssyoutubeby feather