Pengaruh Klon dan Jenis Mata Okulasi terhadap Waktu Melentis dan Tinggi Tunas pada bibit Roottrainer

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmailby feather

Penggunaan jenis mata burung dan mata prima pada ketiga klon karet IRR 118, IRR 112 dan PB 360 telah diamati terhadap karakter waktu pecah tunas (melentis) dan pertumbuhan tunasnya. Hasilnya menunjukkan bahwa waktu melentis terjadi antara 11-70 hari setelah serong, dengan rata-rata hari ke- 18,95-28,5 (Gambar 1). Rata-rata waktu melentis untuk klon IRR 118 adalah hari ke- 21,56, IRR 112 hari ke-23,96 dan PB 260 terjadi pada hari ke-22,06. Ketiganya tidak berbeda nyata. Rata-rata waktu melentis untuk mata prima 20,89 dan mata burung 23,11.

            Pertumbuhan tunas menunjukkan pola yang tidak jauh berbeda antara mata burung dan mata prima (Gambar 2). Penggunaan mata burung cenderung menunjukkan pertumbuhan tunas yang lebih lambat pada klon PB 260. IRR 118 dan IRR 112 cenderung menunjukkan pertumbuhan tunas yang tidak jauh berbeda untuk kedua jenis mata tunas. Secara umum, klon IRR 118 menunjukkan pertumbuhan tunas yang lebih baik untuk bibit roottrainer pada pengamatan hingga /payung pertama.

Facebooktwitterlinkedinrssyoutubeby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published.