«

»

Perbedaan Harga Karet Menurut TOCOM dan SICOM

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Harga karet tipe RSS 3 untuk pengiriman Juli 2018 berdasarkan harga TOCOM mencapai 165,4 Yen per kilogram, sedangkan harga SICOM berada pada 145,60 sen Dolar AS per kg. Apabila dikonversi ke Rupiah, maka harga TOCOM Rp 21.399,90 per kg dan harga SICOM sekitar Rp 20.704,98 per kg. Perbedaan harga tersebut antara lain disebabkan oleh:

1. Keduanya Tercipta pada Bursa yang Berbeda

TOCOM dan SICOM merupakan nama pasar komoditas asing. TOCOM (Tokyo Commodity Exchange) berlokasi di Tokyo, Jepang; sedangkan SICOM (Singapore Commodity Exchange) berlokasi di Singapura. Penjual karet di TOCOM hanya akan bertemu dengan pembeli karet di TOCOM, demikian pula penjual karet di SICOM hanya akan bertemu pembeli karet di SICOM saja. Walaupun mereka mungkin saling berkomunikasi untuk mencapai taraf harga pasar di kisaran tertentu, tetapi karena proses jual beli terpisah, maka nominal harga yang tercipta pun berbeda. Perbedaan akan makin mencolok apabila ada transaksi besar di salah satu bursa saja, misalnya perusahaan melakukan aksi beli di Singapura karena ada kebutuhan tertentu, sementara rutinitas di Tokyo tidak mengalami perubahan signifikan.

2. Basis Mata Uangnya Berbeda

TOCOM menggunakan basis mata uang Yen Jepang, sementara SICOM menggunakan basis mata uang Dolar AS. Fluktuasi nilai tukar suatu mata uang terhadap valas dapat naik atau turun sewaktu-waktu dan nilai tukar suatu mata uang terhadap berbagai mata uang lain pun berubah-ubah, maka faktor perbedaan basis mata uang tersebut yang dapat mengakibatkan adanya perbedaan harga karet TOCOM dan SICOM. Kurs Dolar AS merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi harga karet dunia karena sebagian besar komoditas diperdagangkan di pasar internasional menggunakan perantaraan mata uang Dolar AS, maka apabila kurs Dolar AS menguat, komoditas-komoditas tersebut akan menjadi lebih mahal bagi pengguna mata uang berbeda. Dalam hal ini, dampaknya dapat lebih mencolok di bursa SICOM daripada TOCOM.

Acuan Harga Karet Indonesia

Pedagang dan eksportir karet Indonesia pada umumnya menggunakan harga karet SICOM sebagai acuan, karena pengapalan produk seringkali dilakukan via bursa Singapura. Akan tetapi, adakalanya harga karet SICOM dianggap merugikan petani atau harga karet SICOM turun hingga lebih rendah dibanding harga dasar yang bisa diterima di Indonesia. Dengan kata lain, penggunaan harga karet SICOM sebagai acuan tidak bersifat mutlak. Proses tawar-menawar antara petani, pedagang, eksportir, perusahaan, dan semua stakeholder terkait juga ikut andil dalam penentuan harga komoditas.

Sumber: www.seputarforex.com

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

About the author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>