«

»

Sistem Alih Teknologi Karet : Pengalaman Malaysia

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Titik Widyasari dan Muhammad Supriadi

Dimuat di Warta Perkaretan 2008, 27 (2), 69 – 79.

Malaysia merupakan salah satu negara produsen utama karet alam dunia setelah Thailand dan Indonesia. Kemajuan industri karet di Malaysia didukung oleh keberadaan Lembaga Getas Malaysia yang bertugas menghasilkan berbagai inovasi dan teknologi yang berguna bagi pekebun, terutma petani karet, maupun industri barang jadi karet. Selain itu, proses pembangunan perkebunan karet di Malaysia juga didukung oleh lembaga-lembaga pelaksana pembangunan (implementing agency) seperti RISDA, FELDA, dan FELCRA. Dalam melaksanakan tugasnya, lembaga-lembaga tersebut bekerjasama secara erat dengan Lembaga Getah Malaysia dalam proses alih teknologi perkaretan. Lembaga pelaksana pembangunan mempunyai berbagai mekanisme kerjasama dengan LGM yang memungkinan mereka secara cepat memperoleh informasi dan teknologi baru dari LGM. Melalui mekanisme yang dibangun bersama, proses alih tenologi serta adopsi teknologi oleh petani dapat berlangsung relatif cepat. Tulisan ini membahas mekanisme alih teknologi tersebut dengan memberikan satu contoh proses alih teknologi penyadapan intensitas rendah (low intensity tappig system/ LITS).

Facebooktwittergoogle_pluslinkedinrssyoutubeby feather

About the author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>