«

»

Sistem Sadap Intensitas Rendah dan Pengaruhnya terhadap Status Fisiologi Klon PR 107 (Hasil Penelitian Selama 21 Tahun di Pantai Gading)

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmailby feather

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Soumahin et al. (2010) di Pantai Gading menunjukkan adanya perbedaan status fisiologi pada klon PR 107 menggunakan sistem sadap intensitas rendah.

Sistem sadap intensitas rendah dengan aplikasi stimulansia konsentrasi tinggi (S/4d3 6d/7 8-10y(m) dan (S/2d6 6d/7 8-10/y(m)) mampu mengurangi tenaga sadap sekitar 10-50% dibandingkan sistem sadap standar (S/2d3 6d/7 4y(m)).

Sistem sadap intensitas rendah juga tidak berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan secara umum hasilnya tetap menguntungkan dalam jangka panjang.

Pada klon PR 107, status fisiologi tanaman menunjukkan hasil yang lebih baik dengan mengurangi panjang irisan sadap dan menambahkan konsentrasi stimulan dibandingkan mengurangi frekuensi sadap dengan panjang irisan dan konsentrasi stimulan standar.

Panjang irisan 1/4S menunjukkan adanya keseimbangan pada status fisiologi tanaman (Tabel 1).  Persentase KAS juga menunjukkan hasil yang lebih rendah (Tabel 2).

Profil fisiologi tanaman yang baik ditunjukkan dengan tingginya perlindungan pada integritas lutoid, kecukupan pada ketersediaan energi bagi tanaman, persediaan glusida yang cukup, dan biosintesis isopren yang aktif.

Kesemuanya berhubungan dengan metabolisme regenerasi sel yang lebih baik dan tidak terjadi over-eksploitasi atau kelelahan fisiologi.

Disimpulkan penggunaan sistem sadap intensitas rendah S/4d3 6d/710y(m) dan S/2d6 6d/710/y(m) dapat dipilih untuk klon PR 107.

Facebooktwitterlinkedinrssyoutubeby feather

About the author

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>